“Masih juga mengikuti langkahmu. Tak
kenal lelah. Masih saja menganggapmu akan berbalik dan menemukanku.. “
***
Hari itu. Hari senin. Sebenarnya
hari itu sama saja dengan hari-hari lainnya. Tetap flat seperti biasanya.
Tapi. ketika tidak sengaja aku membuka dan akhirnya malah men-stalk salah satu akun jejaring sosialmu. Tiba-tiba rasanya hatiku habis di sobek-sobek macan tutul(?)
Tapi. ketika tidak sengaja aku membuka dan akhirnya malah men-stalk salah satu akun jejaring sosialmu. Tiba-tiba rasanya hatiku habis di sobek-sobek macan tutul(?)
Melihat foto kamu sama
orang lain itu...
Lalu aku teringat pada
kenyataan. Terhempas oleh logika. Untuk cemburu saja aku tidak berhak,
memangnya aku ini siapa?
Dan lagi, aku bisa apa? Hanya menangis diam-diam, menahan rasa sesak didada ini sendirian.
Dan lagi, aku bisa apa? Hanya menangis diam-diam, menahan rasa sesak didada ini sendirian.
Aku ini manusia biasa,
aku juga punya keinginan. Aku juga ingin seperti dia. Jujur, aku sangat iri
padanya. Aku ingin menjadi salah satu sebab senyumanmu itu, bukan hanya menikmatinya
dari sini. Bukan hanya memandangmu dari kejauhan seperti ini.
Aku tau dan sadar pada
akhirnya, karena kelamaan memandangi saja tanpa melakukan apa-apa, aku hanya
menghabiskan waktu. Toh kamu juga bakalan melanjutkan hidup kamu, tanpa aku
didalamnya.
Tapi rencana Tuhan
siapa yang tau?
Mungkin nanti aku bisa bersama denganmu. Atau paling tidak dengan seseorang yang lebih baik daripada kamu. Dan aku yakin itu tidak akan sama seperti apa yang kurasakan jika aku bersamamu. :)
Mungkin nanti aku bisa bersama denganmu. Atau paling tidak dengan seseorang yang lebih baik daripada kamu. Dan aku yakin itu tidak akan sama seperti apa yang kurasakan jika aku bersamamu. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan saran diterima :)